Bulai dan Busuk Batang Jagung: Kenali, Cegah, dan Tangani
Ringkasan cepat soal penyakit bulai jagung: Bulai menyerang jagung muda dengan gejala daun bergaris kuning-putih dan lapisan tepung putih di balik daun pada pagi hari; tanaman kerdil dan tidak bertongkol. Busuk batang muncul menjelang atau setelah berbunga, membuat pangkal batang lunak dan tanaman rebah. Bulai dicegah sejak benih dengan varietas tahan, perlakuan benih, dan tanam serempak; busuk batang dicegah sejak tanah dengan kalium cukup, drainase, rotasi, dan agen hayati.
“Penyakit bulai jagung” banyak dicari menjelang musim tanam rendeng, terutama dari sentra jagung di Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, NTB, dan Sulawesi. Minat jagung di Google Trends naik sekitar 37% tahun ini, dan kerugian akibat bulai bisa sangat besar bila tanam tidak serempak.
Bulai: Kenali Sejak Minggu Pertama
| Umur | Gejala |
|---|---|
| 1–3 minggu | Daun muda bergaris kuning pucat sampai putih memanjang |
| Pagi hari | Lapisan tepung putih (spora) di balik daun |
| Lanjut | Tanaman kerdil, daun sempit dan kaku, tongkol tidak terbentuk |
Spora bulai menyebar lewat angin dari tanaman sakit ke tanaman muda di sekitarnya, terutama saat malam lembap.

Pencegahan Bulai
- Varietas tahan bulai sesuai anjuran di daerah Anda.
- Perlakuan benih dengan fungisida yang dianjurkan untuk bulai, sesuai label; banyak benih hibrida sudah diberi perlakuan dari pabrik.
- Tanam serempak dalam satu hamparan; tanaman muda di sebelah tanaman sakit yang lebih tua sangat rawan.
- Cabut dan musnahkan tanaman bergejala sejak dini agar tidak menjadi sumber spora.
- Rotasi dengan tanaman bukan jagung dan bersihkan sisa tanaman.
Pemilihan varietas genjah atau umur panjang sesuai musim dibahas di artikel jagung hibrida genjah atau umur panjang.
Busuk Batang: Muncul Saat Tongkol Terisi
- Pangkal batang berubah warna, lunak saat ditekan.
- Bagian dalam batang hancur, kadang berwarna merah muda (Fusarium).
- Tanaman layu dan rebah sebelum panen.
- Tongkol kecil, biji kurang penuh.
Pemicu Busuk Batang
| Pemicu | Keterangan |
|---|---|
| Kalium kurang, nitrogen berlebih | Batang lemah dan lunak |
| Tanah tergenang | Akar kekurangan oksigen |
| Kekeringan saat pengisian biji | Tanaman “mengorbankan” batang untuk mengisi biji |
| Luka oleh penggerek batang | Pintu masuk jamur dan bakteri |
| Tanam jagung terus-menerus | Sumber penyakit menumpuk di tanah |
Pencegahan Busuk Batang
- Pupuk berimbang: kalium cukup, nitrogen tidak berlebihan. Jadwal pupuk jagung ada di artikel pupuk jagung pertama umur berapa.
- Drainase yang baik di musim hujan.
- Agen hayati tanah: Trichoderma dicampur pupuk kandang di lubang tanam atau alur tanam sesuai label.
- Kendalikan penggerek dan ulat grayak; lihat artikel ulat grayak jagung.
- Rotasi dengan kedelai, kacang tanah, atau kacang hijau.
Bila Sudah Terjadi
- Bulai: cabut tanaman sakit sedini mungkin, jangan dibiarkan di lahan.
- Busuk batang: panen lebih awal bila tongkol sudah cukup tua agar tidak rebah dan busuk di lahan.
- Catat varietas dan kondisi untuk evaluasi musim berikutnya.
Hama dan penyakit jagung lainnya dirangkum di panduan lengkap hama dan penyakit jagung.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- GMN Trichoderma (Fungisida Hayati) — pelindung akar dari layu fusarium & jamur tular tanah
Tersedia di toko resmi TokoPertanianOrganik.com (Grha Indonesia Organik, Kebumen).
Pertanyaan Seputar Penyakit Bulai Jagung
Apakah jagung yang terkena bulai bisa sembuh?
Tanaman yang sudah bergejala bulai umumnya tidak bisa pulih dan sebaiknya dicabut agar tidak menular.
Kapan jagung paling rawan bulai?
Pada umur muda, sekitar satu sampai empat minggu setelah tanam, terutama saat malam lembap.
Rujukan
- Balai Penelitian Tanaman Serealia, Kementerian Pertanian RI: penyakit bulai dan busuk batang jagung.
- Riset tren Google Indonesia, diolah tim Grha Indonesia Organik (September 2026).
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.
