Ringkasan cepat: Busuk umbi dan busuk batang porang dipicu oleh tanah tergenang, bibit yang sudah membawa penyakit, dan luka pada umbi atau batang. Pencegahannya adalah drainase yang baik, bibit sehat, sanitasi, dan Trichoderma di lubang tanam atau media. Tanaman yang sudah busuk parah harus dicabut agar tidak menular.

“Penyakit porang” dicari banyak petani, terutama dari Jawa Timur (Madiun, Nganjuk, Bojonegoro, dan sekitarnya) yang menjadi sentra porang. Setelah harga porang turun dari puncaknya beberapa tahun lalu, petani yang bertahan perlu menekan kerugian akibat penyakit agar tetap untung.

Kenapa Porang Mudah Busuk?

  • Porang tumbuh baik di bawah naungan dengan tanah lembap, kondisi yang juga disukai jamur dan bakteri.
  • Umbi dan batang yang berair mudah membusuk bila terluka.
  • Genangan air saat musim hujan membuat akar dan umbi kekurangan oksigen.
  • Penanaman di lahan yang sama bertahun-tahun menumpuk sumber penyakit.
Penyakit porang dan pencegahannya
Penyakit porang dan pencegahannya

Pencegahan Sejak Tanam

1. Pilih lahan dan drainase

  • Tanam di lahan yang tidak tergenang saat hujan.
  • Buat guludan atau bedengan dan saluran air di lahan datar.
  • Di lahan miring, ikuti kontur agar air tidak menggerus.

2. Gunakan bibit sehat

  • Pilih umbi atau katak (bulbil) yang padat, tidak lunak, tidak berbau, dan tidak luka.
  • Sortir bibit sebelum tanam; buang yang bernoda busuk.
  • Pemilihan bibit dan masa panen dibahas di panduan porang untuk pemula.

3. Trichoderma di lubang tanam

Trichoderma adalah jamur baik yang menguasai lingkungan sekitar umbi dan menekan jamur penyebab busuk. Trichoderma dicampur pupuk kandang matang, didiamkan lembap beberapa hari, lalu ditabur di lubang tanam atau guludan sesuai takaran label. Prinsip yang sama dipakai untuk rimpang jahe dan kunyit; lihat artikel Trichoderma untuk tanaman rimpang.

Perawatan Selama Musim Hujan

  • Periksa saluran air setelah hujan lebat.
  • Jangan menginjak atau mencangkul terlalu dekat dengan batang agar tidak luka.
  • Buang daun dan batang yang busuk, bawa keluar kebun.
  • Kocor Trichoderma berkala di sekitar tanaman sehat sesuai label.

Bila Tanaman Sudah Terserang

  1. Cabut tanaman yang batangnya busuk dan rebah, termasuk umbinya.
  2. Jangan dibuang di dekat kebun; kubur jauh atau musnahkan.
  3. Taburkan kapur atau Trichoderma di bekas lubang sesuai kebutuhan.
  4. Periksa tanaman di sekitarnya.

Penyimpanan Bibit

Banyak kerugian terjadi saat bibit disimpan menunggu musim tanam.

  • Keringanginkan umbi dan katak setelah panen, jangan dijemur terik.
  • Simpan di ruang berventilasi, tidak ditumpuk tebal.
  • Periksa berkala dan buang yang mulai lunak.

Checklist Porang Musim Hujan

Kegiatan Waktu
Perbaiki saluran air Sebelum hujan rutin
Trichoderma di lubang tanam Saat tanam
Pengamatan batang dan daun Setiap minggu
Cabut tanaman sakit Segera saat ditemukan

Produk Grha Indonesia Organik yang relevan

Tersedia di toko resmi TokoPertanianOrganik.com (Grha Indonesia Organik, Kebumen).

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kenapa batang porang tiba-tiba rebah?

Sering karena busuk pangkal batang akibat tanah tergenang atau luka. Bisa juga karena porang memasuki masa dorman di akhir musim; bedakan dengan memeriksa pangkal batang: busuk berair berarti penyakit, mengering rapi berarti dorman.

Apakah umbi porang yang sedikit busuk masih bisa dipakai bibit?

Sebaiknya tidak, karena bisa menularkan penyakit ke lahan baru.

Rujukan

  • Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Kementerian Pertanian RI: budidaya dan penyakit porang.

Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.